Sisimon

Yo’i Simon.

Si Simon ini emang salah satu kejadian ajaib di dunia. Elu pernah nanya gak sih, kenapa anaknya Bill Gates bukan gue? Atau kenapa sih si Albert yang nemuin E=mc 2 dan jadi terkenal? Padahal gue juga udah kepikiran dari dulu tu rumus.. Oiya si Albert sebenernya terkenal di dunia ilmu aneh nya gara-gara efek fotolistrik bukan karena rumus diatas loh.. FYINah si Simon atau yang pada bagian selanjutnya gua akan ketik sebagai sisimon. Soalnya kalau si dan simon dipisah pake spasi kurang afdol waktu ngetiknya, kayak ngeganjel gimana gitu.. sorry ya Mon, nama elu gue edit demi kenyamanan pribadi. hehehe 

Sisimon ini adalah generasi ketiga dari seorang pimpinan organisasi yang tadinya bertujuan untuk melakukan banyak hal. Organisasi ini dipandang sebagai kekuatan baru yang akan menjadi bahan perhitungan dalam kancah peperangan ideologi bawah tanah. Kalau anda sering dengar Freemason, Illuminati, Zion, de el el.. nah organisasi ini gak beda jauh lah sama kelompok-kelompok yang udah gue sebutin diatas.

Tujuannya ya sama, menguasai dunia. Yang gue bingung, dari dulu bingung, kalau udah dikuasain tuh dunia, terus mau diapain? Kalau ada yang bisa jawab bantu gue yak.

(bagi anda-anda semua yang menyesal membaca hingga bagian ini silakan dihentikan membacanya, karena pada bagian selanjutnya mungkin akan terkesan dilebih-lebihkan cerita “fiksi” tentang organisasi semi rahasia ini. Walaupun suatu saat, jika organisasi ini launching sebagai “organisasi yang sudah tidak rahasia lagi” anda akan berpikir: ooo ternyata cerita aneh yang gue baca dulu bukan fiksi toh.. anjir..)

Balik lagi ke Sisimon. Sejak balita dia udah dipilih sebagai the next cron prince. Loh kok bisa gitu? Bukan bokapnya ya yg jadi crown prince? Coba anda bayangin Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles, dan Pangeran William deh. Kira-kira ni organisasi juga cukup realistis dan relevan di jaman moderen ini. Kalo generasi kedua udah cukup tua, kenapa gak langsung diloncat aja sih ke generasi ketiga? Biar gak ngabisin biaya untuk upacara penobatan kali ya.. hehe.

Nah gara gara kehidupan gue dan Lukman ini diinfiltrasi oleh Sisimon, terjadilah hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan ataupun terjadi pada layaknya anak muda di umur belasan seperti kita-kita. Hal-hal apa sajakah itu? Tenang boss.. ntar pasti sampai juga pada hal-hal tersebut. Karena pasti akan dibahas, diulas, ditinjau, dan dikupas secara detail.

Tapi yang jadi concern pada segmen ini tentu saja bagaimana orang-orang ini dapat berkumpul.. Mari kita mulai.. Jeng-jeng-jeng (soundtrack disetel) sayang gak bisa dijadiin teks tu soundtrack. Kalau gua tulis nadanya pun gak asik.. do… do… do…. re.do….. sumpah jelek abis..

Disclaimer: Semua nama dan peristiwa yang terjadi dalam kisah ini hanyalah semata mata berdasarkan ingatan penulis dan penulis bukanlah salah satu bagian dari tokoh di cerita ini, dan belum tentu cerita ini berupa fakta. Ada baiknya jika anda mengklarifikasi terlebih dahulu mengenai apa yang tertuang karena ingatan penulis cenderung berasal dari imajinasinya sendiri.

Disclaimer: Semua nama dan peristiwa yang terjadi dalam kisah ini hanyalah semata mata berdasarkan ingatan penulis dan penulis bukanlah salah satu bagian dari tokoh di cerita ini, dan belum tentu cerita ini berupa fakta. Ada baiknya jika anda mengklarifikasi terlebih dahulu mengenai apa yang tertuang karena ingatan penulis cenderung berasal dari imajinasinya sendiri.

Once upon a Time

H – 12 tahun..

Saat itu gue masih SMA yang kalau diterjemahkan dalam bahasa gaowl ya kisaran highschool lah.. (najis sok inggris)

DIsaat itu ada beberapa teman gue yang terkena sindrom oportunis stadium akhir.. What the kamsud? Walaupun gue gak begitu faham artinya oportunis, gue akan coba terjemahkan istilah tersebut melalui sudut pandang gue yang selebar daun kelor ini.

“Oportunis” yang saya maksudkan adalah bagaimana dia menguasai satu elemen Tuhan yang disebut dengan “kesempatan”

Ya, orang ini entah bagaimana bisa memanfaatkan semua kesempatan yang bersinggungan dengan jalan hidupnya. Pada level selanjutnya bahkan gue rasa dia bisa menciptakan kesempatan tersebut. Alam bawah sadarnya telah membuat seluruh aktifitas yang dilakukannya menunjang bagaimana kesempatan tersebut tercipta. Jadi, kalau anda bertanya pada gue Bagiamana caranya agar saya bisa menguasai elemen Tuhan yang satu ini?” gue akan jawab: lahir lah sebagai si “oportunis” tinggallah dalam lingkungannya, dan pakailah pola pikirnya serta terapkan mentalitasnya selama kurang lebih 18 tahun. Oiya saat itu rata-rata umur kita-kita 18 tahunan..

Seperti tokoh jagoan di game RPG, sebuah kemampuan “oportunis” tampaknya akan menjadi sekedar bakat yang luar biasa jika tidak didukung kemampuan lainnya. What the kamsud? Jadi gini, misal dalam game RPG tersebut, sang tokoh memiliki kemampuan untuk memakai dua pedang di kedua tangannya dan melakukan serangan dua kali. (bagi yang gak main game RPG, biasanya si tokoh umum cuma bisa pake satu pedang dan satu tameng) Nah, bukankah lebih spesial (tidak pakai telor) lagi jika tokoh tersebut memakai dua senjata yang maha dahsyat attack power nya? Sehingga serangan dan daya hancur yang dihasilkan menjadi habat dan dua kali lipat.

Maaf kalau kurang representatif gambar BELALANG TEMPURNYA. Silakan klik gambarnya untuk melihat belalang tempur yang sebenarnya..

Maaf kalau penjelasannya kurang oke. Atau anda yang doyan logika sederhana, sebuah mobil super cepat, let’s say belalang tempur, akan tampak konyol jika ban atau roda yang dipakainya hanya mampu menahan kecepatan 50mph seperti ban sepeda roda tiga untuk anak balita kan?

Nah si “oportunis” ini, sialnya, dianugerahi kemampuan berlebih oleh Sang Pencipta. beberapa diantaranya adalah kemampuan “lidah tak bertulang” dan “berubah bentuk sesaui wadahnya”. Oiya sekali lagi saya tekankan bahwa tulisan ini bukan pelajaran sastra bahasa indonesia maupun fisika dasar karena istilah istilah yang saya pake emang dari kedua mata pelajaran itu untuk mendeskripsikan bakat alami si “oportunis” ini. Lukman.

Hey, ane Lukman. Orang-orang terdekat ane, yang mungkin pada 12 tahun yang lalu menganggap ane punya bakat untuk menciptakan kesempatan, sebenernya salah kaprah. Ane cuma produk gagal dari dunia ini yang mencoba bertahan hidup sampai waktunya ane diperintahkan pindah dari kontrakan ane yang biasa disebut dunia yang fana ini.

Mengenai kemampuan lainnya, ane sebenernya lebih senang kalau itu disebut kemampuan adaptif dan people skill. Karena istilah yang dipakai temen ane itu cenderung untuk keindahan tata bahasa ngawur yang ditujukan untuk keindahan tulisan ini.

Jangan. Plis jangan tanya ane bagian mana yang indah dari tulisan ini.. Temen ane emang punya selera keindahan dan standar estetika yang tidak sesuai dengan jaman post modern ini.

Sebenarnya elemen Tuhan yang dia maksud adalah mental ane yang tidak menyerah kalau sesuatu hal tersebut belum sesui dengan keinginan ane. Biasanya ane cari cara gimana supaya semuanya bisa sesuai dengan keinginan atau tujuan yang hendak ane capai. Entah cara-cara itu halal atau tidak. hehe.

Tapi akhir-akhir ini (beberapa tahun setelah seting waktu H-12) ini, tampaknya elemen Tuhan tersebut sudah menempel pada pola alam bawah sadar ane, jadi tingkat keberhasilan “menciptakan” kesempatan tersebut memiliki tingkat keberhasilan diatas 80% dan dihasilkan tanpa kerja keras seperti dulu. Mungkin seluruh “millisecond thin action” dalam segala tingkah laku ane yang menjadikan angka 80% diatas menjadi mungkin.

Apa itu “millisecond thin action” ? Istilah tersebut yang kita sepakati sebagai 12,5% dari takdir. Kalau ente menguasai hal tersebut, 12,5% dari takdir bisa ente kendalikan, tapi hanya untuk aspek tertentu yang sangat spesifik, misalnya: bagaimana seorang Valentino Rossi bisa mencapai puncak kesuksesan luar biasa dalam dunia olah raga. Karena “millisecond thin action” ini lah yang selalu berulang dan membentuk pola dalam setiap balapan yang dia lakukan.

Pusing? Sama.. mari kita hentikan pembahasan tersebut dan kembali pada alur cerita..

Anehnya kalau dalam cerita fiksi lainnya biasanya orang -orang kayak ane dan temen ane biasanya akan bertemu orang-orang lain dengan kemampuan dan kapabilitas yang bisa saling menunjang. Dan inilah dia, mungkin untuk sementara waktu, fokus cerita akan sedikit beralih ke orang ini. Simon.

(Siiiipp masuk ke bagian si Simon… harusnya sih mulai rame ceritanya..)

Disclaimer: Semua nama dan peristiwa yang terjadi dalam kisah ini hanyalah semata mata berdasarkan ingatan penulis dan penulis bukanlah salah satu bagian dari tokoh di cerita ini, dan belum tentu cerita ini berupa fakta. Ada baiknya jika anda mengklarifikasi terlebih dahulu mengenai apa yang tertuang karena ingatan penulis cenderung berasal dari imajinasinya sendiri.

Prelude Part I

PRELUDE
Cuit cuit cuit.. eh buset! Keadaan pagi ini bener bener seperti di filem petualangan sherina.  Gimana bisa ada burung burung berkicau di tengah kota disertai matahari jam tujuh pagi yang masuk ke jendela kamar gue? Apa gue lupa ya kalau sedang menginap di rumah nenek seperti yang biasa gue karang saat ulangan mengarang jaman SD dulu?

Ternyata tidak.. Damn! Emang bener, pagi ini indah sekali suasana di luar sana.

Seinget gue itulah pagi indah terakhir sebelum gue masuk ke realita dunia yang oleh 90% orang didunia akan dianggap cerita fiksi.

Saat ini mungkin gue sudah didaulat menjadi salah satu petinggi di organisasi semi rahasia yang tanpa terasa baru sebelas tahun ini gue kenal secara “tidak sengaja” Dan pagi indah tersebut mungkin akan lebih indah lagi. Tentu saja jika hal tersebut dipandang oleh orang orang yang tidak tahu kejamnya realita.

Ya dengan semua fasilitas dan kemampuan yang didapat jika anda sudah diakui sebagai petinggi di organisasi semi rahasia ini, hidup seharusnya menjadi sangat mudah. Dan sekali lagi saya nyatakan bahwa itu pasti hanyalah pandangan orang luar yang melihat segala sesuatu dari kulitnya saja.

Betewei, ini organisasi apaan sih? Kenapa namanya organisasi semi rahasia? Tanggung amat.. Gini ceritanya..

(Tentu saja cerita berikutnya bisa anda baca pada post-post selanjutnya. Sabar ya brow.. saya ngetik dulu..)

Disclaimer: Semua nama dan peristiwa yang terjadi dalam kisah ini hanyalah semata mata berdasarkan ingatan penulis dan penulis bukanlah salah satu bagian dari tokoh di cerita ini, dan belum tentu cerita ini berupa fakta. Ada baiknya jika anda mengklarifikasi terlebih dahulu mengenai apa yang tertuang karena ingatan penulis cenderung berasal dari imajinasinya sendiri.

Udah lama ya gak ngepost..

Kalo dipikir-pikir..

Sudah lama sekali tampaknya post terakhir dari blog ini beredar. Tampaknya tidak akan ada kelanjutan dari blog ini.. sayang kalau sampai berakhir.

Pertanayaannya adalah: Mengapa bisa berakhir? Hmm untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya kita simulasikan dalam bentuk tanya jawab saja..

Baiklah! Tanya jawab akan segera dimulai:

– Pertanyaannya adalah: Mengapa bisa berakhir?
+ Ya karena bahan ceritanya sudah habis.

– Kok bisa habis bahan ceritanya?
+ Seperti sebuah es krim.. kalo lama kelamaan dijilatin kan habis.

– Es krim kan nggak habis, hanya berpindah tempat, dari bungkus eskrim ke perut
+ Hmmm.. betul juga.. Tampaknya anda pintar sekali..

– Hahahaha.. jadi malu. Saya tidak sepintar itu
+Emang dulunya sekolah dimana?

– Saya sekolah di sekolah yang cukup terkenal pada jamannya..
+ Tampaknya pada jaman tersebut anda cukup berjaya ya di kalangan intelektual di sekolah anda?

– Tidak juga.. Malahan saya termasuk kaum marginal.. maksudnya adalah dalam beberapa tahun setelahnya orang-orang udah pada lupa.
+ maksudnya?

– Maksudnya begini: jika anda bertanya pada teman-teman sekelas saya beberapa waktu setelah kita berpisah, pasti jawabannya: “emmm.. kayaknya dulu ada deh yg namanya si A” atau “si A ya, aduh gue lupa lupa ingat mukanya”
+ Wah anda merendah sekali… sudah rendah hati pintar lagi..

– Eits.. anda tidak naksir saya kan?
+ Mengapa anda bisa berpikir bahwa saya naksir dengan anda? Apa anda berharap demikian?

– Najis!
+ Apakah anda berpendapat saya kurang baik atau kurang sesuai dengan kriteria yang anda harapkan?

– Hmm.. bisa saya berpikir sebentar? Pertanyaan anda semakin sulit..
+ Saya bisa berikan anda waktu berapapun yang anda mau..

– Benar?
+ Benar..

– Suer?
+ SU-su enc-ER?

– Hahahahaha..
+ Hehehehehe..

– Eh!
+ Hah?

– Tadi kita udah ngobrol sampai mana ya?
+ Hmm.. lupa.. Ganti topik aja lah.

– Oke
+ Sip!

Begitulah kira-kira kalau pertanyaan mengenai: mengapa bahan cerita dari blog ini bisa berakhir..
Kalau ada yang bisa membantu menjawab pertanyaan tersebut silakan jawab di bagian comment ya..

Terima Kasih semuanya yang telah mencoba mengikuti Blog ini dari awal sampai tengah..

Loh? kok sampai tengah doang?
——-apakah saya perlu mensimulasikan pertanyaan di atas dalam bentuk sesi tanya jawab jilid 2 ? Saya harap tidak, sudah terlalu banyak omong kosong dalam satu post ini—— (penulis)

Just wanna ask to the “no”(s)

Did we?

Did we?

The End of an Era

Setelah sekian lama tidak adanya kabar dari blog ini, kali ini saya melaporkan pendapat dari salah seorang JINGTOTERS yang dalam post sebelumnya digambarkan dengan tampilan:

the blabla lord

the blabla lord

Kabar yang memicu adanya buah pemikiran seperti yang akan saya tulis berikut adalah: DIBUBARKANNYA JINGTOT OLEH PENDIRINYA. A54.

mengapa dibubarkan?

biarlah ‘sang pendiri’ dan ‘sang pemberi nama’ saja yang mengetahui..

Dan buah pikir tersebut adalah:

“Saya setuju dengan dibubarkannya JINGTOT.. sekali lagi. SETUJU!!”

“dengan dibubarkannya keburukan, kebusukan, dan segala macam karakter negatif di dalam Jingtot. Sudah saatnya Jingtot dibuat menjadi profesional..”

“Jingtot itu merupakan cerminan negara kita Indonesia, sangat potensial, memiliki sumber daya tidak terbatas, hanya saja dikelola oleh orang2 yang persis seperti kebanyakan orang di negara ini.. dengan karakter yang persis seperti bangsa ini.. Maka jadilah Jingtot yang sekarang ini”

“akhir kata: Jingtot harusnya memang dibubarkan. Lalu dibentuk kembali dengan format yang baru..”

siapa yang format cel? the blabla lord?

“Saat ada domba yang hilang, seorang gembala akan mencari domba tersebut, akan tetapi jika gembala nya yang hilang… sudah saatnya ada salah satu domba yang berusaha mencari gembala tersebut..”

tampaknya akan ada istilah baru dalam dunia persilatan ini disamping serigala berbulu domba..

yaitu: DOMBA BERBULU GEMBALA.

apakah ini merupakan akhir dari Bunch of Retards? apakah ini merupakan awal dari Bunch of Not So Retards? apakah ini hanyalah bumbu dalam kehidupan rumah tangga JINGTOT?

Tunggu episode minggu depan.. Karena hanya sang waktu yang bisa menjawabnya..

Trio Surawung is Here!!

trio surawung

Semenjak dibukanya Resto Sunda Surawung, Trio Jingtot ini semakin melejit kesibukannya.

Jika ada kesempatan untuk ikut turnamen badminton paling bergengsi, sudah tentu Trio Surawung yang lebih beken dari Trio Macan ini akan menjadi pemenangnya..

sayang.. tidak ada main badminton bertiga di piala Thomas..